Redaksi
Minggu, 04 Januari 2026 | 23:15 WIB
Bandung,(RI) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi kritik komika Pandji Pragiwaksono terkait kebiasaan sebagian masyarakat Jawa Barat dalam memilih calon pemimpin yang berlatar belakang artis. Kritik tersebut sebelumnya disampaikan Pandji dalam pertunjukan stand-up comedy spesial bertajuk "Mens Rea" dan kemudian potongan videonya beredar luas di media sosial.
Salah satu potongan video yang menyinggung Jawa Barat akhirnya mendapat respons langsung dari Dedi Mulyadi. Melalui akun TikTok pribadinya @dedimulyadiofficial pada 4 Januari 2026, Dedi mengunggah ulang cuplikan pernyataan Pandji sekaligus memberikan tanggapan secara terbuka dan santai.
Apa kritik Pandji terhadap pemilih di Jawa Barat? Dalam potongan video tersebut, Pandji menyampaikan pandangannya mengenai kecenderungan sebagian pemilih yang menentukan pilihan berdasarkan popularitas semata, bukan pada rekam jejak atau kapasitas calon pemimpin.
“Ada lagi yang milih berdasarkan yang populer. Gue gak tau nih orang bisa kerja atau enggak. Gue gak tau ahlaknya nih orang, pokoknya populer aja,” kata Pandji dalam video yang dikutip Dedi Mulyadi. Pandji kemudian menyebut bahwa fenomena tersebut, menurut pengamatannya, terjadi di kalangan masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Sunda.
Ia mencontohkan sejumlah figur berlatar belakang artis yang pernah menduduki atau mencalonkan diri sebagai pemimpin daerah di Jawa Barat. “Orang Sunda seneng banget milih artis. Gubernur mereka waktu itu Deddy Mizwar, artis film. Wakil gubernur mereka Deddy Yusuf, artis TV. Sekarang gubernurnya Deddy Mulyadi, artis Youtube,” kata Pandji
Bagaimana respons Dedi Mulyadi terhadap pernyataan tersebut? Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi menyatakan apresiasinya kepada Pandji. Ia mengaku sebagai penggemar karya-karya Pandji dan menilai kritik yang disampaikan komika tersebut selama ini bersifat menggelitik, korektif, dan edukatif. Namun, menurut Dedi, realitas politik di Jawa Barat tidak sepenuhnya sejalan dengan pernyataan Pandji.
Ia menilai anggapan bahwa masyarakat Jawa Barat selalu memilih pemimpin berdasarkan latar belakang keartisannya tidak sepenuhnya tepat jika melihat hasil sejumlah pemilihan kepala daerah.
Apa contoh pilkada yang disebut Dedi Mulyadi? Dedi Mulyadi mengingatkan kembali Pilkada Jawa Barat 2012. Saat itu, Dede Yusuf yang merupakan mantan Wakil Gubernur Jawa Barat dan dikenal sebagai figur publik dari dunia hiburan, maju sebagai calon gubernur berpasangan dengan Lex Laksamana. Namun, pasangan tersebut kalah dari Ahmad Heryawan.
Ia juga menyinggung Pilkada Jawa Barat 2018. Pada kontestasi tersebut, Deddy Mizwar yang berlatar belakang aktor film mencalonkan diri sebagai gubernur dan berpasangan dengan Dedi Mulyadi.***
sumber:kompas.com