Redaksi
Jumat, 10 April 2026 | 03:34 WIB
JAKARTA (RI).- Jaksa Muda Intelijen Kejaksaan Agung, Reda Manthovani, menegaskan komitmen institusinya dalam mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta pada Rabu (8/4/2026), dengan tujuan memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama.
Reda menyambut baik sinergi lintas lembaga yang melibatkan Kejaksaan Agung dalam pengawasan program strategis nasional. Menurutnya, pendampingan hukum memiliki peran penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus memastikan kebijakan dapat dijalankan tanpa keraguan di lapangan.
Ia menegaskan bahwa Kejaksaan tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga memberikan rasa aman bagi para pelaksana program di daerah. Dengan adanya pendampingan, petugas dapat bekerja lebih tenang dan fokus tanpa terbebani kekhawatiran terhadap kesalahan administratif.
Reda juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam pengelolaan anggaran negara. Ia menekankan agar tidak ada celah penyimpangan, baik dalam proses distribusi maupun pelaksanaan program.
“Kita ingin memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak,” ujarnya. Ia juga menambahkan agar para pelaksana tidak ragu dalam bekerja karena takut kesalahan administratif.
Menurut Reda, pengawalan dari Kejaksaan dapat mendorong profesionalisme sekaligus menjaga integritas program secara menyeluruh. Pengawasan yang ketat diyakini mampu memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan pemerintah.
Program MBG sendiri merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Reda menilai, terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul hanya bisa dicapai melalui pelaksanaan program yang berintegritas dan diawasi secara konsisten.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana, turut menyatakan dukungannya terhadap penguatan pengawasan program tersebut. Ia menilai kolaborasi antar lembaga menjadi kunci keberhasilan implementasi sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.
“Pengawasan yang kuat akan memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran,” kata Adhitya. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas.
Menutup pernyataannya, Reda mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mengawal program ini secara konsisten. Ia optimistis kolaborasi yang solid akan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Dukungan penuh dari Kejaksaan Agung diharapkan dapat menjadikan Program Makan Bergizi Gratis sebagai contoh tata kelola pemerintahan yang transparan dan berintegritas, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap program strategis nasional. ***